Kamis, 09 Oktober 2008
OL di Lantai 14
Hari ini gwe lagi OL di Lantai 14 Gedung PDT di bilangan Sudirman, di kantor temen gwe yang kerja di Prudential, cuma dah kesorean datangnya, nggak apa lah, lumayan dapet gratisan buat posting blog harian, di sini dingin dan bisa liat pemandangan jalan Sudirman dengan leluasa, baru pertama ini gwe mengalami hal ini, nggak canggung-canggung amat sih, segini dulu dah posting untuk hari ini...
Seminggu Punya Laptop
Wah... baru juga selesai lebaran udah ada yang ngegade Laptop ke gwe dengan Rp.200.000,- lumayan buat latihan lah, biar nggak kaget kalo entar punya beneran. setelah ditebus kembali ku hanya PC biasa yang besar dan membuat sempit ruangan kamar ku.
Sabtu, 04 Oktober 2008
semangat syawal
Dalam bulan syawal yang berarti peningkatan ini ada yang terasa berbeda dari sebelumnya, ada yang bisa kulakukan dengan mudah, yaitu sholat subuh berjamaah, atau mungkin aku belum berdagang... kalo dagang aku lelah dan susah untuk bangun di subuh hari..
Jumat, 03 Oktober 2008
Gived to get more (Memberi Untuk Mendapatkan Lebih Banyak)
Gived to get more (Memberi Untuk Mendapatkan Lebih Banyak)
Sepintas kalimat ini seperti sebuah maksud untuk melakukan suatu kebaikan dengan memberikan sesuatu kemudian mengharapkan sesuatu yang lebih baik atau lebih banyak sebagai imbalannya, Jika dikembalikan pada titik awal suatu kejadian, Allah telah menciptakan atau menjadikan sesuatu dengan maksud tertentu yang tidak dapat dijangkau oleh nalar dan logika berfikir makhluk ciptaannya, karena itu semua tidak lepas dari Sifat Nya yang Maha Berkehendak dan Maha Tahu, begitu pun manusia diciptakan dengan fitrah memiliki sebagian dari sifat Allah tersebut, yaitu memilki kehendak sendiri, dan fitrah dari suatu kehendak tak lepas dari maksud dan tujuan dari kehendak tersebut, Suatu kehendak atau keinginan memiliki hasil sampingan berupa sebab dan akibat, dengan kata lain, suatu keinginan memiliki maksud dan tujuan pada awalnya, dan apabila telah dilakukan atas seizin Allah maka henghasilkan suatu kejadian, suatu kejadian pasti dapat dilihat apa yang menjadi penyebabnya dan apa yang menjadi akibatnya, jika semuanya diketahui maka tersimpulkan menjadi sebuah pengetahuan, dan karena Allah Maha Tahu maka pengetahuan adalah milik Allah.
Manusia hanya diberikan sedikit sekali pengetahuan oleh Allah S.W.T. Maka dari itu segala sesuatu harus didasari oleh keridhoan Allah yang memiliki segalanya, dan karena itu pula di dalam memperoleh keridhoan Allah perlu adanya keihklasan hati untuk siap menerima apapun yang diberikan oleh Allah kepada kita, dan sebagai tanda keikhlasan yang tulus maka kalimat Lillahi ta’ala selalu ada dalam niat baik seorang muslim, dari niat baik yang terbungkus dengan keikhlasan yang tulus tersebut menjadi sebuah kepasrahan yang menyeluruh di saat menjalankan dan melaksanakan niat tersebut, setelah dilaksanakan maka akan ada hasilnya berupa kejadian, apakah hasil tersebut sesuai dengan tujuan atau tidak, itu adalah urusan Allah, yang jelas ada dua kemungkinan untuk disikapi oleh seorang muslim atas hasil tersebut, jika sesuai dengan tujuan maka harus bersyukur kepada Allah, jika tidak sesuai maka hendaklah bersabar karena Allah, dan kesabaran adalah buah dari kepasrahan kepada Allah. Jadi secara tidak langsung segala sesuatu yang kita kehendaki tak akan lepas sedikitpun dari pengetahuan Allah S.W.T. dan segala kejadian tak lepas sedikit pun dari izin Allah S.W.T. oleh karena itu semua harus kita kembalikan kepada Sang Pencipta Yang Maha Agung, sehingga timbul rasa cinta untuk berjalan di jalanNya dalam menegakkan kalimat-kalimat Allah. Semua itu adalah gambaran satu sisi keimanan seorang muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kembali pada kalimat “Memberi untuk mendapatkan lebih banyak”. Pada saat kalimat tersebut masih menjadi sebuah kehendak atau keinginan pada diri seorang muslim, maka dapat kita pisahkan menjadi dua bagian, yaitu (memberi) sebagai suatu maksud dan (mendapatkan lehih banyak) adalah suatu tujuan. Jika kita lihat lebih jauh, kata “memberi” pada dasarnya juga merupakan salah satu sifat Allah, jika kita lihat bagaimana cara Allah memberi sesuatu kepada makhluknya, maka alangkah kecilnya segala sesuatu yang kita berikan kepada orang lain apabila dibandingkan dengan pemberian Allah kepada kita, berangkat dari hal itu maka timbullah dalam hati ini niat yang ikhlas karena Allah dan tanpa ada rasa kesombongan sedikit pun di dalamnya. Untuk bagian kedua, yaitu “mendapatkan labih banyak” merupakan suatu bentuk kalimat yang terdiri dari tiga kata, yang pertama adalah kata “mendapatkan”, merupakan
Atas dasar itu pula seorang muslim menjadi kaya bukan karena memilki banyak harta, melainkan semakin kaya jika ia mampu memberi sesuatu yang bermanfaat kepada sesama yang membutuhkan. Kaya yang dimaksud adalah kaya dalam artian yang sangat luas, karena kaya berarti lebih dari yang lain. Bukankah saat kita memberi berarti kita lebih baik dari yang diberi ? Seperti Sabda Rasulullah yang menyatakan bahwa tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Maka dapat kita ambil kesimpulan jika semakin banyak kita memberi maka akan semakin lebih baik diri kita, dan itu juga berarti semakin kaya diri kita.
Sepintas kalimat ini seperti sebuah maksud untuk melakukan suatu kebaikan dengan memberikan sesuatu kemudian mengharapkan sesuatu yang lebih baik atau lebih banyak sebagai imbalannya, Jika dikembalikan pada titik awal suatu kejadian, Allah telah menciptakan atau menjadikan sesuatu dengan maksud tertentu yang tidak dapat dijangkau oleh nalar dan logika berfikir makhluk ciptaannya, karena itu semua tidak lepas dari Sifat Nya yang Maha Berkehendak dan Maha Tahu, begitu pun manusia diciptakan dengan fitrah memiliki sebagian dari sifat Allah tersebut, yaitu memilki kehendak sendiri, dan fitrah dari suatu kehendak tak lepas dari maksud dan tujuan dari kehendak tersebut, Suatu kehendak atau keinginan memiliki hasil sampingan berupa sebab dan akibat, dengan kata lain, suatu keinginan memiliki maksud dan tujuan pada awalnya, dan apabila telah dilakukan atas seizin Allah maka henghasilkan suatu kejadian, suatu kejadian pasti dapat dilihat apa yang menjadi penyebabnya dan apa yang menjadi akibatnya, jika semuanya diketahui maka tersimpulkan menjadi sebuah pengetahuan, dan karena Allah Maha Tahu maka pengetahuan adalah milik Allah.
Manusia hanya diberikan sedikit sekali pengetahuan oleh Allah S.W.T. Maka dari itu segala sesuatu harus didasari oleh keridhoan Allah yang memiliki segalanya, dan karena itu pula di dalam memperoleh keridhoan Allah perlu adanya keihklasan hati untuk siap menerima apapun yang diberikan oleh Allah kepada kita, dan sebagai tanda keikhlasan yang tulus maka kalimat Lillahi ta’ala selalu ada dalam niat baik seorang muslim, dari niat baik yang terbungkus dengan keikhlasan yang tulus tersebut menjadi sebuah kepasrahan yang menyeluruh di saat menjalankan dan melaksanakan niat tersebut, setelah dilaksanakan maka akan ada hasilnya berupa kejadian, apakah hasil tersebut sesuai dengan tujuan atau tidak, itu adalah urusan Allah, yang jelas ada dua kemungkinan untuk disikapi oleh seorang muslim atas hasil tersebut, jika sesuai dengan tujuan maka harus bersyukur kepada Allah, jika tidak sesuai maka hendaklah bersabar karena Allah, dan kesabaran adalah buah dari kepasrahan kepada Allah. Jadi secara tidak langsung segala sesuatu yang kita kehendaki tak akan lepas sedikitpun dari pengetahuan Allah S.W.T. dan segala kejadian tak lepas sedikit pun dari izin Allah S.W.T. oleh karena itu semua harus kita kembalikan kepada Sang Pencipta Yang Maha Agung, sehingga timbul rasa cinta untuk berjalan di jalanNya dalam menegakkan kalimat-kalimat Allah. Semua itu adalah gambaran satu sisi keimanan seorang muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kembali pada kalimat “Memberi untuk mendapatkan lebih banyak”. Pada saat kalimat tersebut masih menjadi sebuah kehendak atau keinginan pada diri seorang muslim, maka dapat kita pisahkan menjadi dua bagian, yaitu (memberi) sebagai suatu maksud dan (mendapatkan lehih banyak) adalah suatu tujuan. Jika kita lihat lebih jauh, kata “memberi” pada dasarnya juga merupakan salah satu sifat Allah, jika kita lihat bagaimana cara Allah memberi sesuatu kepada makhluknya, maka alangkah kecilnya segala sesuatu yang kita berikan kepada orang lain apabila dibandingkan dengan pemberian Allah kepada kita, berangkat dari hal itu maka timbullah dalam hati ini niat yang ikhlas karena Allah dan tanpa ada rasa kesombongan sedikit pun di dalamnya. Untuk bagian kedua, yaitu “mendapatkan labih banyak” merupakan suatu bentuk kalimat yang terdiri dari tiga kata, yang pertama adalah kata “mendapatkan”, merupakan
Atas dasar itu pula seorang muslim menjadi kaya bukan karena memilki banyak harta, melainkan semakin kaya jika ia mampu memberi sesuatu yang bermanfaat kepada sesama yang membutuhkan. Kaya yang dimaksud adalah kaya dalam artian yang sangat luas, karena kaya berarti lebih dari yang lain. Bukankah saat kita memberi berarti kita lebih baik dari yang diberi ? Seperti Sabda Rasulullah yang menyatakan bahwa tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Maka dapat kita ambil kesimpulan jika semakin banyak kita memberi maka akan semakin lebih baik diri kita, dan itu juga berarti semakin kaya diri kita.
Senin, 29 September 2008
nyari orang
susah juga nyari orang yang nggak suka gaul di dunia maya, nggak bisa nemuin jejaknya lagi tapi terus aja gwe cari nih orang, sebenarnya udah cape sih ngejar dia dari dulu, yah tetep aja nggak kapok. biar aja lah kalo ketemu sukur, kalo kagak juga sukur dah...
mudah-mudahan tuh orang ntar nyariin gwe juga...
mudah-mudahan tuh orang ntar nyariin gwe juga...
Minggu, 28 September 2008
Sabtu, 27 September 2008
Sesuatu yang baru
Tanggal 14 Mei 2008 adalah saat yang mungkin menyenangkan tapi juga sedikit memberatkan diri ku. Senang karena telah berhasil membuat komputer yang dulu rusak menjadi lebih baik dengan mengganti semua perangkat keras nya dengan yang baru, puas dengan kinerja yang lebih baik dan semoga saja tidak cepat rusak seperti yang dulu. Memberatkan karena semua uang tabungan ku habis untuk membeli semua perangkat keras komputer itu. Namun ada sedikit sesuatu yang membuatku berfikir, tentang sesuatu yang sebenarnya tidak dapat dilupakan begitu saja. Sesuatu yang mengganggu ku selama ini dan bisa saja menjadi boomerang bagi diriku jika tidak menyikapinya dengan benar. Semua yang kutulis tentang Desty masih tersimpan dalam hard disk yang lama, sejauh ini aku mulai merasa tenang dan tidak terlau memikirkan nya lagi. Mungkin ini semua memang harus terjadi, semua harus menjadi lebih baik dari sebelumnya, kalau perlu kita ganti dengan yang baru, seperti komputer ku yang sekarang.Ada yang dapat diambil dari semua ini, dengan perangkat keras komputer ku yang baru, dapat diumpamakan sebagai perubahan dalam diri seseorang yang ingin menjadi manusia yang baru, memang masih dengan raga yang sama seperti dulu, namun dengan kemampuan yang baru, pola pikir yang baru dan siap menerima apapun demi menjadi seseorang yang berbeda dari sebelumnya. Dalam hal ini ada yang harus diperhatikan, terutama masalah input data yang akan diberikan ke dalam fikiran yang kosong, kalau pada komputer kita umpamakan sebagai hard disk yang kosong, apa yang akan dimasukkan ke dalamnya ?, semua data bebas untuk masuk ke dalam tempat itu, baik atau buruk, yang bersifat melindungi diri atau yang akan menghancurkan diri, semua dapat terjadi sejalan bertambahnya data.
Rabu, 24 September 2008
Senin, 22 September 2008
Sistem gwe ada yangdukung bro...
Wah seneng banget bisa ngejalanin sistem ini, untuk ke depannya aku coba untuk merujuk ke blog ku sebagai tempat ngumpul orang yang mau buku gratisan lah....
Minggu, 21 September 2008
Project Modal Ide
Ada satu ide yang udah gwe bikin dan mulai gwe sebar ke semua orang...
Nggak terlalu bagus responnya, ada yang salah tanggap ada juga yang bingung ada juga yang ngancem dan yang ngarep banget, masih cari jalan buat ngarahin mereka semua ke blog gwe yang di wordpress... apa yang terjadi selanjutnya kita tunggu saja nanti...
Nggak terlalu bagus responnya, ada yang salah tanggap ada juga yang bingung ada juga yang ngancem dan yang ngarep banget, masih cari jalan buat ngarahin mereka semua ke blog gwe yang di wordpress... apa yang terjadi selanjutnya kita tunggu saja nanti...
Langganan:
Postingan (Atom)